Sekitar satu minggu lagi, kita kan kedatangan tamu istimewa yang kedatangannya senantiasa dinanti oleh tiap orang beriman. Bulan dimana Allah swt melipatgandakan pahala atas amal ibadah kita, yang sunnah di ganjar wajib, yang wajib dilipatgandakan sampai 70 kali lipat. Bulan dimana Allah menurunkan satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang sangat sungguh sayang jika ada satu orang di sampaikan kepadanya, namun tidak mendapatkan apa-apa darinya lantaran kelalaiannya sendiri.
Rasul dan para Sahabat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum Ramadhan.
Imam Ahmad dalam Musnad nya dan Imam Ibnu Suniy dalam "’Amalul Yaum wal Lailah" nya meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik ra : "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, maka beliau mengatakan,"Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya'ban wa balighna Ramadhan (Ya Allah, berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban, serta perjumpakanlah kami dengan bulan ramadhan)".
Di riwayat lain, Ibunda kita Aisyah ra menceritakan : "Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak melihat Beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan dengan pada bulan Sya’ban" (HR al-Bukhari dan Muslim).
Usamah bin Zaid ra juga pernah bertanya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.” Rasul menjawab, “Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).
Dari beberapa riwayat tadi bisa kita rasakan betapa suasana Ramadhan telah dibangun jauh hari sebelum Ramadhan itu benar-benar datang.
Kita analogikan suatu saat di sebuah provinsi akan kedatangan kunjungan presiden ke provinsi tersebut, betapa persiapan yang dilakukan sang Gubernur dan jajarannya demi menyambut kedatangan sang presiden begitu luar biasa, disiapkan, dievaluasi, gladiresik dan lain sebagainya untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Apatah lagi ini adalah tamu agung, yang menajdi salah satu penentu masa depan kita di akhirat nanti? sudahkah kita mempersiapkan diri tuk menyembutnya?
Tak lagi berbilang bulan, hanya sekitar 1 minggu tamu agung itu kan menyapa kita, mari kita persiapkan diri sebaik-baiknya agar tiada penyesalan tidak bisa maksimal menjamu tamu agung itu. Kalau menyambut pimpinan saja kita erlu gladi resik, maka waktu yang tersisa ini bisa kita jadikan gladi resik Ramadhan kita, simulasikan dalam satu minggu ini bagai dalam bulan Ramadhan. Puasa kita, Tilawah kita, amal-amalan sunnah kita.
Yang mentargetkan khatam sekian kali dalam Ramadhan ini, ya mulai besok tilawah sekian juz dalam sehari, yang menargetkan Shalat jamaah tanpa putus di masjid selama Ramadhan, ya mulai besok di usahakan shalat jamaah dimasjid tepat waktu. Yang menargetkan shadaqah sekian rupiah setiap hari selama ramadhan ya mulai besok tuh di keluarin shadaqahnya. Yang menargetkan hafalan Qur'annya bertambah sekian ayat sehari selama ramadhan, ya mulai besok hafalin sekian ayatnya, dan sebagainya.
Semoga dengan meRamadhankan diri kita lebih awal, kita bisa meraih hasil maksimal dalam Ramadhan kita. Kata seorang Ustadz, "Jika kita disampaikan kepada Ramadhan kali ini, maka jadikanlah ia Ramadhan terbaik dalam hidup kita karena belum tentu jatah usia kita kan memperjumpakan kita dengan Ramadhan yang setelahnya", so mari Ramadhankan diri tuk sambut Ramadhan.
Suatu hari di masa kekhalifahan Abu Bakr, Umar bin Khattab menemukan sang Khalifah sedang berdagang di pasar, Umar lalu menegur Abu Bakr "Wahai Khalifah Rasulullah, apa yang sedang anda lakukan?", Abu Bakr menjawab "Aku sedang berdagang.." Umar bertanya kembali :"Bagaimana urusan umat akan terurus jika pemimpinnya sibuk berdagang seperti engkau?" "Demi Allah, bagaimana keluargaku akan makan jika aku tidak bekerja" jawab Abu Bakr... Lalu Umar mengajak Abu Bakr menuju ke tempat Abu Ubaidah yang saat itu diamanahkan sebagai penjaga baitulma'al, Umar kemudian meminta Abu Ubaidah untuk memberikan gaji kepada sang Khilafah "Wahai Abu Ubaidah, tentukanlah gaji yang mencukupi untuk Khalifah Rasulullah supaya dia tidak lagi berfikir banyak-banyak tentang menafkahi keluarganya, sehingga umat lebih terurus oleh dirinya" lalu diputuskanlah oleh Abu Ubaidah: " Aku tetapkan baginya makanan sebagaimana yang dinikmati kaum muslimin, bukan yang paling kaya diantara mereka dan bukan yang paling miskin diantara mereka. dan aku tetapkan baginya, pakaian yang akan dikenakan pada musim panas dan musim dinginnya, bukan pakaian yang terbaik namun juga bukan pakaian yang terjelek"
Itulah sepenggal kisah dimasa Khalifah ABu Bakr, dimana sang khalifah mendapat teguran dari penasehat utamanya karena masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bertolak belakang dengan yang sedang terjadi di negeri ini, dimana sang presiden yang telah digaji tinggi, diberi rumah tinggal mewah, fasilitas luar biasa, namun masih saja menyibukan diri mengurus golongannya dengan merangkap jabatan di partainya (Ketua Dewan Pembina, Ketua Majelis Tinggi, dan Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Umum)..
Andai saja Sayyidina Umar bisa berkomentar atas hal ini, entah teguran seperti apa yang akan diterima sang presiden...
Sejenak mari kita teladani sesosok manusia yang sudah seharusnya jadi contoh ikutan. Saya rangkumkan dari Kultwit Ustadz Salim a Fillah. Enjoy it and Follow it :)
Menyiapkan rindu untuk #MajelisJejakNabi berikut Salim muat ulang #Nabi Dari Asy Syamail karya At Tirmidzi ;) 1. Perawakan Sang #Nabi tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tidak bulat, bukan pula persegi. 2. Kulit Sang #Nabi cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, & digerai ketika papak sedaun telinga. Dahinya lebar. 3. Alis Sang #Nabi melengkung & panjang, tebal & nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah saat beliau marah. 4. Bola mata Sang #Nabi indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya pancarkan cahaya. Kedua pipinya datar. 5. Janggut Sang #Nabi menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, & dari selanya memancar sinar. 6. Dari pangkal janggut #Nabi, beralur ke bawah bulu-bulu nan halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya. 7. Leher Sang #Nabi jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya yang bidang. Jarak kedua bahu beliau lebar. Persendiannya kokoh. 8. Lengan Sang #Nabi berjuntai, telapak lebar & tebal, jemarinya panjang. Telapak kaki beliau melengkung, halus hingga airpun tak menempel. 9. Sang #Nabi berjalan dengan langkah kaki lebar, begitu langsam bagaikan menuruni bukit, tubuh beliau ikut berayun anggun di tiap langkah. 10. Kalau menoleh, #Sang Nabi berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding menatap tegak, melihat dengan penuh perhatian. 11. Dulu #Nabi suka menyisir rambut ke belakang, seperti Ahli Kitab. Saat keingkaran mereka nyata, beliau selisihi dengan menyisir belahnya. 12. Sang #Nabi suka meminyaki rambutnya. Kata Anas, uban beliau nan hanya 20 helai jadi tak tampak. Beliau gemar merapikan janggutnya. 13. Sang #Nabi punya sebuah celak khusus yang beliau gunakan menjelang tidurnya. Tiga kali tuk kanan & kiri, sejuk & menumbuhkan bulu mata. 14. Pakaian kesukaan Sang #Nabi adalah gamis berwarna putih, hibarah buatan Yaman berwarna merah, & baju sampir 2 helai warna hijau & hitam. 15. Sang #Nabi berminyak wangi di seluruh tubuhnya. Isteri beliau mengoleskan di sekujur badan, lalu beliau sendiri harumkan bagian 'aurat. 16. Jemari manis Sang #Nabi dilingkari cincin perak, matanya batu Habasyah bertuliskan "Muhammad Rasul Allah". Ia dilepas jika masuk tandas. 17. Sang #Nabi menyimpan selalu selimut Khadijah; selimut yang menenangkan saat beliau terguncang wahyu pertama & di dalamnya beliau diseru. 18. Sang #Nabi suka olahraga lari. Kadang bersama isteri. Kadang dengan anak-anak kecil yang beliau lombakan; siapa menangkap beliau duluan. 19. #Nabi suka minum susu di wadah yang sama dengan isterinya, ditepatkan di bekas bibirnya. Anggur, zaitun, & buah lainnya, segigit berdua. 20. Tidur Sang #Nabi tak pernah tengkurap. Jika miring berbantal telapak & kakinya disilang. Jika telentang kaki kanan diletak di atas kiri. 21. Kadang dalam renung khusyu', Sang #Nabi duduk dengan lutut diangkat menempel perut. Suka bersandar bantal, tapi BUKAN di saat makan. 22. #Nabi suka mandi bersama & bercanda main air dengan isteri-isterinya, bahkan pada Saudah yang tua. Kemesraan mereka tak terhalang usia. 23. Penutup kepala kesayangan #Nabi adalah serban hitam, dikenakan dengan ujung menjatuh di pundak. Sandalnya bertali dua dari kulit hewan. 24. Makanan kesukaan #Nabi -jarang beliau nikmati- ialah paha kanan kambing. Camilannya hais; campuran kurma rendam dengan keju & yoghurt. 25. #Nabi yang penuh cinta memberi nama semua miliknya; dari perkakas rumah-tangga, bejana, kuda, unta, keledai, pedang, tombak, & lainnya. 26. #Nabi makan roti dari tepung utuh yang tak diayak (dulu dianggap rendah; sekarang sehat berserat;), lauknya minyak zaitun, cuka, & labu. 27. #Nabi TIDAK PERNAH mencela hidangan. Jika suka, beliau memakannya penuh syukur. Jika tidak suka, beliau cukup diam & tulus tersenyum. 28. #Nabi kerjakan sendiri apa yang beliau bisa di urusan rumah tangga; menambal baju sobek, menjahit sandal rusak, memerah susu, & lainnya. 29. #Nabi sangat suka bersiwak bersih gigi; jelang shalat, akan membaca Al Quran, menemui tamu & sahabat, juga tiap jumpa isteri & keluarga. 30. #Nabi tak pernah jijik pada isteri yang haidh (sebagaimana kebiasaan Arab & Yahudi), beliau tetap bermesra, hanya menghindari jima'-nya. 31. Saat 'Aisyah haidh, #Nabi tiduran di pangkuannya sambil lafalkan Quran; atau meletakkan kepala di antara pahanya, tidur dalam sahaja. 32. Bahkan tuk shalat malam, #Nabi minta izin pada isteri yang sedang bersama di ranjang. "Apa kau relakan malam ini aku menghadap Rabbku?" 33. Karena kamar mereka sempit, saat shalat malam, #Nabi berdiri menghadap 'Aisyah. Tuk bersujud, disentuhnya kaki sang isteri agar ditekuk. 34. Bengkaklah kaki Sang #Nabi tersebab panjang shalatnya, sembab matanya oleh tangis duka. "Bukankah kau sudah diampuni?", tanya 'Aisyah. 35. Dosa beliau; lalu, kini, & nanti memang telah diampuni; maka kata #Nabi tentang ibadah payahnya, "Ku ingin menjadi hamba nan bersyukur." 36. Menangis 'Umar melihat ranjang pelepah kurma membekaskan bilur di punggungnya. "Duhai #Nabi, Kisra Persia & Kaisar Romawi dikelilingi.. 37. ..ribuan pelayan, aneka perhiasan, & limpahan hidangan. Sementara engkau lebih mulia!" Jawab #Nabi, "Tak relakah kau hai 'Umar, mereka.. 38. ..merengkuh dunia sedang kita menyimpannya tuk kelak akhirat sana?" #Nabi tersenyum, membersihkan pasir yang menempel di dahi sujudnya. 39. Sang #Nabi pemalu, lebih tersipu dibanding gadis dalam pingitan. Tak pernah terbahak, hanya senyum semanis madu, wajah secerah rembulan. 40. Sang #Nabi tak suka diistimewakan. Jika ada pekerjaan di perjalanan, beliau selalu cari peluang tuk berperan; sampai pun menyiapkan api. 41. Jika dihadapkan pada pilihan, Sang #Nabi selalu mengambil hal yang mudah & ringan, selama ianya tak jatuh pada hal yang diharamkan. 42. "Tak pernah kulihat", kata Anas, "#Nabi murka atau membalas laku buruk atas pribadi beliau. Beliau hanya marah jika Allah dihinakan." 43. "Pernah 3 purnama", ujar 'Aisyah, "Di rumah kami tiada api menyala." Apa penyambung hidup #Nabi-Nya?, tanya 'Urwah. "Kurma & air saja." 44. Kelembutan Sang #Nabi tak terhalangi & tak menghalangi ibadahnya. Umamah binti Abil 'Ash, sang cucu, sering digendong dalam shalatnya. 45. Satu waktu, Abu Hurairah melihat Al Husain & Al Hasan menunggang punggung Sang #Nabi keliling ruangan. Tertakjub & tak tertahankan kata. 46. "Duhai permata hati", ujarnya, "Tunggangan ini adalah yang terbaik di langit & bumi." Sang #Nabi berkata, "Demikian pula penunggangnya!" 47. Satu kali, bersama Abu Bakr & 'Umar, #Nabi keluar. Dan sungguh yang menyebabkannya adalah rasa lapar. Bertamulah mereka ke rumah Anshar. 48. Jamuan bersahaja, tegukan susu unta & keratan daging domba, kemudian #Nabi bersabda, "Sungguh atas nikmat hari ini kalian akan ditanya!" 49. Satu kali Al Husain ibn 'Ali naik ke punggung Sang #Nabi kala beliau sedang bersujud menjadi Imam di Masjid Nabawi. Jadilah lama sekali. 50. Jamaah berfikir sesuatu terjadi pada Sang #Nabi. Seusai salam, beliau mengatakan, "Maafkan, aku tak ingin kecewakan cucuku kuda-kudaan." 51. Dia #Nabi kita; yang menahan sesak kala dalam ruku' lehernya dijerat, saat sujud kepalanya diinjak & punggungnya dituangi kotoran unta. Maka segala puji bagi Allah; yang mengaruniakan teladan tanpa cela, yang memberi kita #Nabi nan penuh cinta..
Untuk dirimu yang baru ingin menikah, sedang berproses, ataupun sudah menikah, berikut Kultwit nan Indah dari Ustadz Salim a Fillah tentang Rumah Tangga. InsyaAllah sangat bermanfaat :) enjoy it!!!
1. Selalu ada waktu yang harus terluang untuk keluarga; yang tentang mereka Allah akan pertanyakan kepemimpinan & bimbingan kita. #RumTang 2. Seruan mula pada Sang Nabi; “Dan beri ingatlah keluargamu yang terdekat!” (QS 26: 214), maka hikmah & nasehat adalah hak mereka. #RumTang 3. Allah katakan “Jagalah dirimu & keluargamu dari api neraka!” (QS 66: 6), maka dihajatkan kebersamaan penuh makna & keteladanan. #RumTang 4. Anak & isteri adalah kesenangan hidup di dunia. Maka tugas kita adalah mengupayakan agar kelak berkumpul jua, bahagia di surga. #RumTang 5. Anak & isteri adalah titipanNya, maka kita harus menjaga, agar kelak saat dikembalikan, mereka sesuai keadaan awalnya: fithrah. #RumTang 6. Isteri & anak adalah karuniaNya. Sudahkah tertunjukkan rasa syukur atas kehadiran mereka; di lembutnya kata & syahdunya mesra? #RumTang 7. Isteri & anak: fitnah & ujian. Dalam membersamai & menyenangkan; bergulatlah hasrat dengan keterbatasan; lalu diujilah ketaatan. #RumTang 8. Bahagialah suami & ayah; yang memastikan tiap suapan ke mulut isteri-anak & segala yang dikenakan, halal-thayyib tak meragukan. #RumTang 9. Bahagialah suami & ayah; membimbing isteri & anak mengulang hafalan, tadabburi Quran, mengisah penuh cinta sirah Nabi & sahabat. #RumTang 10. Berbahagialah; suami & ayah yang khusyu’ menangis mendoakan keselamatan, keberkahan, serta kebaikan anak-isteri & keturunannya. #RumTang 11. Bahagialah suami & ayah; mengecup dengan doa perlindungan & cinta saat isteri-anaknya lelap tidur, jua saat berpamit bepergian. #RumTang 12. Berbahagialah suami & ayah; syukur & takjubi kemajuan isteri & anak dalam berkebaikan, lalu ada peluk, doa, & hadiah sederhana. #RumTang 13. Bahagialah suami & ayah yang jadi kebanggaan anak-isteri; tapi tak menumpulkan pengembangan diri mereka dalam hidup berbakti. #RumTang 14. Tanggungjawab suami & ayah demikian agung; seakan saat isteri dinikahi & anak dilahirkan, mereka bersabda: Bawa kami ke surga! #RumTang 15. Bahwa ada kisah Nuh dengan isteri & anak nan durhaka, itu penyadar bahwa suami & ayah tiada punya kuasa atas jiwa nan dicinta. #RumTang 16. Bahwa hidayah bukan hak ayah & suami, hattapun dia seorang Nabi. Yang kita pertanggungjawabkan ikhtiyar kita, bukan hasilnya. #RumTang 17. Tapi naiflah ayah & suami yang berlindung di balik nama agung Nuh & Luth, tanpa upaya meluangkan saat berharga untuk keluarga. #RumTang 18. Pun para isteri; agunglah mereka dalam juangnya untuk menjadi apa yang ditaujihkan Al Quran; Shalihat, Qanitat, Hafizhat. #RumTang 19. Bagi suami; mereka penggenap separuh agama, penjaga ketaatan, tempat berlari dari yang haram & keji menuju yang berkah & suci. #RumTang 20. Maka para isteri itu tahu; untuk siapa mereka berdandan & mempercantik diri; tersenyum & penuh pemuliaan menyambut kepulangan. #RumTang 21. Pada cium tangan takzim & mungkin airmata, bisik mereka mesra, "Suamiku; kami lebih sabar tuk lapar daripada 'adzab nan besar!" #RumTang
Shalih(in+at) & @udayusuf, maafkan, sepertinya #RumTang disambung esok, insyaaLlah. Salim harus merenungkan; banyak kata harus dikaryakan:)
----- Bersambung.. :D InysaAllah akan saya update ketika Ustadz Salim sudah melanjutkan Kultwitnya :) bertebar kebaikan di twitter (tentu saja bertebar ketidakbaikan di lain sisi; tergantung siapa yang kita follow :D), maka buat yg gabung Twitter sangat di rekomendasikan gabung, dan follow orang2 baik :) *follow me yah (tetep :D) @bungtupen
Rasanya sudah lebih dari satu tahun ndak pernah update blog sederhana ini. Rasanya keinginan menulis mulai muncul kembali saat mendengarkan tausyah Ustadz Salim a Fillah mengenai iming2 balasan yang menggiurkan dari tulisan yang ikhlas dan bermanfaat bagi orang lain. Bagiku ini hanya sebuah usahaku untuk menambah amalanku di hadapanNya kelak, semoga saja :)
Berikut potongan kalimat Ustadz Salim : "Kita menulis bukan karena kita Tahu! Kita menulis karena kemudian kita ini ingin menguji publikkan apa yang kita pahami, apakah ia tersesat atau lurus? apakah ia lempeng atau dia bengkok? apakah ia keliru atau benar? apakah kemudian dia rusak? apa dia tercemar atau bersih? Kita menulis dengan semangat, inilah aku dengan sedikit yg kutahu. Maka jika kalian lebih tahu, jika kalian lebih mengerti, jika kalian memiliki pengetahuan yang lebih mendalam maka tolong tanggapi, tolong koreksi dan tolong berikan masukan.
Maka jika kita menulis berdoalah supaya tulisan kita Best Seller!! Jika Best Seller mudah2an banyak yang beli Jika banyak yg beli mudah2an banyak yg baca Jika banyak yg baca mudah2an banyak yang faham Jika banyak yang fahammudah2an banyak yang mengamalkan jika banyak yg mengamalkan maka kelak kita akan di buat terkejut dengan catatan amal kita yang catatan pahalanya berlimpah walau dosa kita banyak dan amalan kita sedikit, namun atas tulisan kita orang2 beramal dan terus seperti itu sehingga amal kebaikannya terus mengalir hingga hari akhir kelak" [Ust. Salim a Fillah]
Sebuah tulisan indah kiriman seorang sahabat dari Sebuah Milist...
-------------
Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milikku Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: mengapa Dia menitipkan padaku??? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ??? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???... Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
Akhir bulan lalu, saat sedang menyusun Resolusi 2010 sempat searching kalender 2010 versi Indonesia beserta hari Liburnya. Alhamdulillah nemu yang versi excelnya... Linknya lupa kemaren nemu dimana, berikut saya kasih link downloadnya di gudang sayah, monggo di unduh, sambil di doakan yang buat supaya pahalanya berlipat2 karena buatannya bisa bermanfaat bagi orang banyak ;) Hayuuu hayuuu di susun jadwal dan target-targetnya tahun ini, semoga semua targetan yang kita susun dapat terwujud :) Yang sedang menyusun Tugas Akhir di Kampusnya Masing-masing semoga dapat selesai tahun ini, yang sedang konsen di pekerjaanya semoga tambah sukses, yang akan ada hajatan 5 tahunan di daerahnya masing-masing semoga bisa berkontribusi maksimal untuk kebaikan masyarakat di sekitarnya, and yang masih ganjil semoga bisa menggenapkannya tahun ini, hehehe... (*curhat mode On) :p Apapun target, resolusi ataupun cita-citanya... tujuannya tetap mencari ridho Allah SWT semata... inna shalatti wa nusuki wa mahyaya wa mamati LILLAHI RABBIL'ALAMIIN... :)
lets re-organize our life for being a better person this year ;)
Berikut adalah jadual ‘Puasa Sunnah’ sesuai penanggalan Masehi tahun 2010.Semoga bermanfaat.
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.
2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan – ’shaumul biidh’ - Yakni pada tanggal 13,14 dan 15 – penanggalan Islam – (saat bulan purnama).
- 1 Januari 2010/ 15 Muharram 1431 H - 29, 30, 31 Januari 2010/ 13, 14, 15 Shafar 1431 H - 27, 28 Februari 2010, 1 Maret 2010/ 13, 14, 15 Rabi’ul Awwal 1431 H - 29, 30, 31 Maret 2010/ 13, 14, 15 Rabi’ul Akhir 1431 H - 28, 29, 30 April 2010/ 13, 14, 15 Jumadil Awwal 1431 H - 27, 28, 29 Mei 2010/ 13, 14, 15 Jumadil Akhir 1431 H - 26, 27, 28 Juni 2010/ 13, 14, 15 Rajab 1431 H - 25, 26, 27 Juli 2010/ 13, 14, 15 Sya’ban 1431 H - 22, 23, 24 September 2010/ 13, 14, 15 Syawwal 1431 H - 21, 22, 23 Oktober 2010/ 13, 14, 15 Dzulqa’dah 1431 H - 21, 22 November 2010/ 14, 15 Dzulhijjah 1431 H ( 20 November 2010 bertepatan dengan hari tasyriq – 13 Dzulhijjah 1431 H,Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa ) - 19, 20, 21 Desember 2010/ 13, 14, 15 Muharram 1432 H - Puasa Ramadhan 1431 H : 11 Agustus 2010 – 9 September 2010.
3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah. Antara 8 November 2010 – 6 Desember 2010/ Dzulhijjah 1431 H Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Yakni : 16 November 2010/ 9 Dzulhijjah 1431 H
Tidak diperkenankan berpuasa : Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah/ 17 November 2010 Hari tasyriq – 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 18, 19, 20 November 2010/ Dzulhijjah 1431 H
4. Puasa bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 (tiga) hari – tanggal 9,10,11 Muharram. Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu’a dan ‘Asyura ) Yakni : 15, 16, 17 Desember 2010/ 9, 10, 11 Muharram 1432 H
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban. Antara 13 Juli – 10 Agustus 2010.
6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal. Antara 11 September – 8 Oktober 2010. Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal (10 September 2010).
7. Puasa Daud – berpuasa berselang-seling. Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari
Ringkasan – Referensi : Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia Penanggalan Tahun 2010 – Penerbit Gema Insani.
Ya Rabb... kutahu persis Engkaulah yg Maha Tahu apa-apa yg terbaik bagi hambaMu... namun kadang sulit kumengerti saat ku berada dalam keadaan yg secara kasat mata sangat menyesakkanku... apakah ini bagian dari jalan terbaik-Mu itu??? apakah imanku sedang berada dalam titik terendahnya sehingga sulit memahami maksudMu...
Ya Allah... berkali kujatuh, sebanyak itupula kutersadar bahwa perlahan kumulai menjauh dariMu.. kalaulah kutidak terjatuh mungkin semakin jauh pula ku terpisah dariMu... Astagfirullah...
Ya Rabbanna... saat berkali ku mulai terpisah dariMu.. berkali itupun Engkau selalu memanggilku tuk kembali padaMu dengan kasih sayangMu..
Ya Allah... tiba-tiba kuteringat sebait syair seorang ulama "jikalau dosa itu berbau, niscaya takan ada seorang manusiapun yg mau mendekatiku.."teringat betapa banyak salah, dan dosaku... kutakut semua orang menjauh dariku Ya Rabb... namun ku jauh lebih takut Engkau meninggalkanku karena dosa-dosaku...
Ya Rahman... sungguh, aku ingin kembali mencintaiMu melebihi apapun termasuk diriku sendiri... jaga Cinta ini agar senantiasa berada dalam RidhaMu ya Rabb... Bingkai dengan Ahlaq yg indah dengan dasar keikhlasan...
Ya Aziz... Diriku begitu lemah dan mudah terombang-ambing dalam laut ujianMu.. tetapkan hati ini senantiasa dalam ketetapan agamaMu... dan senantiasa konsisten dalam menjaga prinsip-prinsip sesuai tuntunan KekasihMu...
Ya Rahman... beri aku kekuatan untuk senantiasa menambah kecintaanku pada kekasihMu.. beri aku keteguhan untuk selalu mengamalkan sunnah-sunnahnya serta berusaha meneruskan risalahnya..
Ya Rabbana.. ketika saat itu tiba untukku berbagi cinta dengan yang kau Ridhai keberadaannya... jangan Engkau biarkan Cintaku padanya menjadi penghalang ataupun sekedar pengalih cintaku kepadaMu... Namun jadikan cinta kami bersemi indah dalam naungan cintaMu..
Ya Ghaffar.. Atas semua salah dan dosaku... ku bersimpuh, bersujud, memelas dan memohon ampunan serta belas kasihMu... hanya Engkaulah tempat ku kembali... cita utama dalam hidupku.. Bimbinglah diriku senantiasa tegak berdiri diatas jalanMu... selamanya ... sampai saat Engkau memanggilku karena telah tiba waktuku tuk menemuiMu...
8 mounths i've been living in this city, far away from my family, my brothers, my best friends... far away fom my previous life. Bagiku sebenarnya bukan hal baru untuk tinggal di tempat yang baru dan mencari teman, saudara bahkan keluarga baru. Namun entah mengapa, akhir2 ini sedang senang bernostalgia mengingat indahnya ikatan ukhuwah yang kurasakan saat masa kuliahku..
Special for my brothers... WK Family, Tekdigers Family, Ghiroh03 Family, TE27-04 Family, Lengkong'ers family, MSU family. dari kalian ane belajar arti kata Ukhuwah...
====================================== Kau, Kawan, Sahabat & Teman -- by UNIC
Ketika mula bertemu Terasa bagai telah lama bersua Kau sambut hulur tanganku Bertegur sapa penuh mesra
Masa terus berlalu Dan kita tetap seiringan berjalan Menempuh onak liku Lalui semua suka dan duka bersama
Biarlah apapun rahsia Dan kelemahanmu tetap engkau temanku
Riangnya saat kita ketawa Asyik senda dan bercerita Walau sesekali pandangan kita berbeza Andainya tetap serupa
Adakalanya kita juga saling terluka Namun di akhirnya kita tetap bersama
Dan kini dipisahkan dua benua Saling mengejar cita Tak pernah kulupakan Detik yang indah bersamamu temanku
Kupasti suatu masa Engkau dan aku kan bertemu semula Kembali menjalinkan detik nan indah Untuk kenangan bersama
9 April 2009, 07:00 waktu setempat (Pontianak). Hari ini, wajah DPR kita 5 tahun ke depan akan ditentukan. Apakah akan terisi oleh orang2 yang korup, apakah akan terisi oleh orang2 mesum, atau akan terisi oleh orang2 shaleh?? semua itu akan di tentukan melaui pilihan-pilihan kita hari ini!!! Tetaplah berdoa sepanjang hari ini, untuk yang terbaik bagi Bangsa ini... after choosing the best one, lets keep praying for the best for our Nation!!!
Senin(30/3/09) kawasan Senayan mendadak putih!!! ratusan ribu manusia yang kebanyakan berbaju putih memadati kawasan Gelora Bung Karno. Sayang sekali diriku tidak bisa ikut berada disana menjadi setitik putih di lautan putih itu. Merinding tubuh ini saat melihat tayangan di televisi (yang mengambil gambar dari atas stadion), betapa banyaknya massa yang mampu dikerahkan.. bahkan melebihi saat Milad ke-10 nya. Belum lagi mengingat kenyataan bahwa ini hari kerja!!! klo hari kerja saja seperti ini apalagi hari libur??? Subhannallah... Dengan massa yang sebanyak itu (kampanye terakbar klo kata Metro TV), PKS tetap bisa mengatur massanya tetap terkendali dan tertib tanpa adanya kericuhan (mengingat banyaknya kampanye lain yang menimbulkan kericuhan hanya karena rebutan nasi bungkus, rebutan kain sutra, bahkan konflik internal antar sesama caleg di partai tersebut???!!) Kampanye PKS juga hadir tanpa adanya dangdut dengan goyangannya yang menjadi 'senjata' bagi banyak parpol lainnya untuk menarik massa, tapi maaf itu bukan PKS! Semoga rakyat bisa menilai dengan tepat partai mana yang memang benar-benar tepat untuk memimpin bangsa ini. say no to caleg korup! say no to money politic! say no to caleg mesum!! say yes to yang bersih, peduli dan profesional!! Ya Allah jagalah dan bimbinglah partai ini semoga selalu bersih dan peduli. sekali lagi ingin kuucapkan... "kemenangan itu makin terlihat nyata... ya Allah Ridhoilah perjuangan kami... Allahuakbar...!!!"
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam acara bukabersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumahdinasnya, kompleks Widya Chandra dengan beberapa ikhwah.
Ketika saya masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati saya bergumam sendiri: Alangkah sederhananya isi rumah ini. Saya melihat lagi dengan teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun. Ketika saya masuk ke rumah tsb saya memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan & Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat2 lainnya.
Lagi2 saya bergumam: Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yg dipakai teman2 pejabat yg lain disana). Ternyata beliau masih ustaz Hidayat yg saya kenal dulu, yg membimbing tesis S2 saya dg judul: Islam & Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut).
Terkenang kembali saat2 masa bimbingan penulisan tesis tsb, dimana saya pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan saya 10 orang tamu yg menunggu ingin bertemu. Saya kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa saya dg senyum : MAA MAADZA MASAA'ILU YA NABIIL?
Lalu saya pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yg makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma & air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba'da isya & tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam & luar negeri yang ingin wawancara.
Tdk terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dg beliau, saya masih punya kesempatan bercanda dg keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar2 sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dlm kebenaran dan membela rakyat.
Tidaklah yg disebut istiqamah itu orang yg bisa istiqamah dlm keadaan di tengah2 berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yg lemah ini. Adapun yg disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten di tengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yang amat jahat dan menipu.
Ketika keluar dari rumah beliau saya melihat beberapa rumah diseberang yang mewah bagaikan hotel dg asesori lampu2jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pd supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar.
Dalam hati saya berkata: AlhamduliLLAH bukan menteri PKS. Saat pulang saya menyempatkan bertanya pd ustaz Hidayat: Ustaz, apakah nomor HP antum masih yg dulu? Jawab beliau: Benar ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yang masuk tiap hari ratusan ke saya.
Kembali airmata saya menetes. alangkah beratnya cobaan beliau & khidmah beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yang bersabda bahwa orang pertama yg dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yang Adil. Sambil berjalan pulang saya berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yg adil & dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dlm memimpin negara ini. Aaamiin ya RABB.
Satu bulan lagi Bangsa ini akan mengadakan sebuah event spesial. Event yang tak hanya menghabiskan puluhan triliun rupiah, namun juga akan menentukan akan dibawa kemana nasib bangsa ini setidaknya hingga 5 tahun kedepan. Banyak pandangan pesimis rakyat Indonesia akan adanya event yang disebut ’pesta rakyat’ ini. Masih sering sekali terdengar cibiran sebagian masyarakat seperti ini : ”Halah, pemilu gak pemilu sama aja, hidup tetep aja susah, sembako tetep aja mahal, bensin tetep aja naik... milih sapa aja juga sama aja, mending gak usah milih lah, repot-repot amat...” ”Macam mana urusan politik!! Urus aja diri sendiri..” Pandangan seperti dapat dipahami sebagai sebuah bentuk kekecewaan publik terhadap kinerja pemerintah yang dianggap tidak dapat berbuat banyak dalam mengubah keadaan masyarakat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pertanyaannya kemudian, apakah sikap acuh yang kemudian diapikasikan dengan tidak memilih salah satu partai dalam pemilu (baca: Golput) bisa menjadi sebuah solusi atas keterpurukan bangsa kita saat ini? Keputusan seseorang untuk golput bisa saja dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menambah pundi-pundi suara partainya. Atau minimal memperkecil presentase pemilih rasional yang memilih berdasarkan akal sehat karena keinginannya sendiri setelah melakukan pengamatan terlebih dahulu. Sekali lagi memilih atau tidak memilih memang sebuah pilihan, tapi marilah membuat pilihan yang cerdas dan solutif kawan!!! Masih mau berapa lama lagi bangsa kita berada dalam kondisi seperti sekarang ini?!? Tidak inginkah kita menjadi sebuah bangsa yang mandiri, diperhitungkan di tataran dunia sebagai bangsa yang besar dan berpengaruh, maju di bidang teknologi dan telekomunikasi serta keberhasilan-keberhasilan lain yang tidak mustahil untuk kita capai?!? Kita punya alam yang kaya, sumber daya manusia yang banyak. Dengan pemimpin yang bersih dari korupsi, peduli terhadap masyarakat, serta profesional dalam mengelola negara ini, maka InsyaAllah semua itu dapat terwujud. Sembilan April besok bisa menjadi sebuah kesempatan emas kita sebagai langkah awal mewujudkan itu semua InsyaAllah. Dengan memilih wakil rakyat yang amanah demi mewujudkan DPR yang lebih baik untuk membangun Indonesia yang lebih baik tentunya. Pelajari calon pilihanmu, jangan seperti membeli kucing dalam karung. Perhatikan track record partainya, jangan memilih hanya karena modal ”ngetop doang”. Semoga orang-orang yang terpilih dalam pemilu nanti adalah orang-orang yang amanah dan bener-benar tulus mengabdikan diri untuk Bangsa ini... semoga saja... Bangkitlah negriku, harapan itu masih ada!!!
Tawadhu... sebuah sifat yang mudah diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari...
Berdalih di balik sebuah kata 'prestise' kadang kita sulit menahan diri untuk memiliki sesuatu yang sebenarnya secara substansi tidak kita perlukan, sekali lagi hanya untuk prestise...
Berikut adalah sebuah kisah nyata, Sebuah cerita yang sangat menyentuh yang semoga bisa menjadi contoh bagi kita semua...
Tepatnya bulan ramadhon tahun lalu, kejadian itu sangat berkesan dalamhidupku. Memasuki 10 hari terakhir ramadhon seperti biasanya aku melakukan i'tikaf, kala itu ba'da ashar saat ku coba menghatamkanAl-Qur'an hp-ku berdering, kulihat jelas dalam layar initial HNW, Subahanllah, aku tersentak, apa gerangan yang membuat seorang ketua MPR menghubungiku seraya kuangkat.
"Assalamu'alaikum wr.wb, afwan akhi, antum sedang i'tikaf ?", suara yang kudengar dari dari HP-ku, dengan penuh hormat kujawab "iya ustad insya Allah", "Mengganggu gak kalau antum keluar sebentar untuk menemani saya ketemu Wapres (Wakil Presiden RI) malam ini skitar jam
20.30" lanjut orang yg bersahaja dan banyak disegani orang itu. Dengan bersegera kujawab insya Allah ustad, karena aku tahu betul bahwa bertemu dengan Wapres saat itu juga bagian dari perjuangan dakwah yang tidak kalah pentingnya dengan i'tikaf.
Kusiapkan betul apapun untuk pertemuan malam itu agar tidak mengecewakan orang yang aku hormati, sengaja aku berangkat ba'da magrib dan sholat isya dijalan agar tidak terlambat datang kerumah beliau, karena kami akan berngkat bersama satu mobil dari rumah beliau.
Saat itu tepat jam 20.00 kami sudah masuk ke rumah Wapres, karena sudah ada janji dan yang datang juga setingkat pejabat tinggi negeri ini kecuali diriku, para ajudan dan pelayan disana sudah bersiaga menyambut kedatangan kami. Apalagi secara struktur kepemimpinan dinegeri ini Wapres harus melaporkan pertanggungjawabann ya kepada beliau. Kesan sederhana & bersahajapun terasa dirumah dinas Wapres itu, entah ada hal yang kurasakan berbeda, kucoba menerawang setiap sudut ruang, oo..akhirnya kutemukan satu hal yang bisa jadi membuat
suasana berbeda, ketika kulihat dalam subuah bingkai foto yang juga biasa-biasa saja foto sang ibu Wapres yang mengenakan jilbab cukup tertutup & rapi.
Ah...mungkin karena aku terbiasa ada didalam komunitas sperti itu pikirku. Tapi apapun senang rasanya punya Wapres yang memiliki istri sholehah. Kami diterima oleh Wapres sangat hangat saat itu. Tidak tersasa obrolan kami bertiga sudah lebih dari 1,5 jam, maklumlah kalau
pejabat tinggi bertemu mesti ada saja yang mereka bicarakan dari persoalan rakyat, pembangunan daerah tertinggal dan lainnya. Yang tidak kalah serunya adalah pembahasan klasik umat islam mengenai penetatapan jatuhnya tanggal 1 syawal, repot juga ya ternyata jadi
pejabat, pantas kalau Allah tidak membebaniku dengan jabatan itu karena mesti aku tidak akan sanggup memikulnya.
Menjelang pamit, kami sempat menyampaikan bahwa kami sedang membangun kembali masjid yang sebelumnnya terkena gempa di sekitar Klaten, Jawa Tengah, beliau
menawarkan Wapres untuk beramal jariyah melalui masjid tersebut, tanpa pikir panjang sang Wapres menyambutnya dan langsung meminta nomor rekening yayasan pengurus masjid tersebut. Perlahan beliau mengeluarkan HP kecilnya "Afwan akh tolong antum catatkan ya, nomornya ada di sini" sambil menyerahkannya kepadaku untuk mencatatkan no rekening yang ada dalam HP tersebut.
Dengan full respon kuambil dan segera mencatatnya, namun Masya Allah aku terkejut memegang HP seorang pejabat tinggi yang sedang bertemu Wapres itu, kalau saja bentuk HP itu aku tidak familier , mesti aku tidak akan tau apa mereknya, warnanya yang pudar, grepes-grepes dan yang tidak kalah membuat aku bingung adalah ketika ingin kutelusuri catatan no rekengng tersebut aku kesulitan menggunakannya karna angka & tanda pada tombolnya sudah tidak terlihat. Hasrat hati ingin bertanya bagaimana membukanya karna kuyakin beliau sudah hafal tombolnya walau tidak terlihat karena mungkin sudah menggunakannya bertahun-tahun. Karena malu pada diriku sendiri, apalagi kalu ingat HP-ku yang sok borju, lalu kuniatkan untuk trial & erorr tombol-tombol tersebut & alhamdulillah akhirnya aku mampu menaklukkannya, kudapat no rekening itu dan kucatat.
Sebelum kukembalikan sempat kuperhatikan & kupikirkan kembali HP kecil seorang pejabat tinggi itu. Subbhanallah ketika keimanan tertancap didada maka harta dan kemewahan dunia tidak akan mampu menguasainya. Sebenarnya banyak pengalaman ku dan teman-2 yang sangat
berkesan dengan beliau, tapi pengalaman kali ini sangat berkesan buatku dan mampu mere-charge motivasiku yang hampir turun saat bejuang bertahan istiqomah dalam i'tikafku di tahun ini.
Semoga Allah selalu menjaga dan tidak membiarkan beliau mengurus rakyat & negeri ini sendiri, karna hanya dibawah pengurusan Allah SWT sajalah beliau akan mampu dan selamat dalam mengurus segala urusan dinegeri ini.
Its been 2 months Living in foreign island… Learning to Live with different environtment… Learning to Live with different culture… Learning to Live far away from beloved people… Actually its not my first time living separated with Her… But, don’t khow why by this time I’m missing her so much… Feels like lil bit homesick here… Only can sing my favorite song that remind me of her… Luph U MoM…
You taught me everything.. And everything you've given me I'll always keep it inside.. You're the driving force in my life, yeah… There isn't anything Or anyone that I can be And it just wouldn't feel right.. If I didn't have you by my side
You were there for me to love and care for me.. When skies were grey Whenever I was down You were always there To comfort me.. And no one else can be What you have been to me You'll always be.. You will always be the girl In my life for all times
Mama.. Mama you know I love you (Oh you know I love you) Mama.. Mama you're the queen of my heart Your love is like Tears from the stars Mama I just want you to know Lovin' you is like food to my soul
You're always there for me Have always been around for me even when I was bad You showed me right from my wrong … (Yes you did) And you took up for me when everyone was downin' me You always did understand You gave me strength to go on There was so many times looking back when I was so afraid And then you come to me and say to me I can face anything And no one else can do what you have done for me You'll always be.. You will always be The girl in my life
Never gonna go a day without you Fill's me up just thinking about you I'll never go a day Without my mama
Sepertinya banyak kisah's tentang sebagian kecil kebesaran Allah yang pernah kudengar dari Ustadz's, bahkan tidak jarang kurasakan sendiri hal itu. Belum lama ini nampaklah ke Maha Memilikian Allah terdefinisi jelas di hadapanku.
Bermula sekitar beberapa pekan yang lalu, saat itu Ring tone SMS di HP ku berbunyi menandakan sebuah pesan singkat barusaja masuk ke dalam HP ku, sesaat kemudian kubaca pesan singkat itu. kira kira seperti ini bunyi nya...
"Assalamu'alaykum, Butuh bantuan niy mas, untuk administrasi TA, jumlahnya cukup besar (Rp.XXX)...".
Tanpa pikir panjang, kemudian segera aku langsung menelpon sang pengirim SMS yang tidak lain adalah adik angkatan kuliahku, seorang Ikhwan yang sudah kuanggap seperti adikku sendiri... kemudian di telpon beliau pun menjelaskan untuk apa beliau membutuhkan uang itu. diakhir telepon akhirnya kemudianaku menjanjikan untuk mentransfer sejumlah uang yang ia Butuhkan untuk administrasi Tugas Akhirnya itu.
Selepas shalat magrib berjamaah di masjid Jihad Pontianak, aku pun menyempatkan diri untuk mampir ke ATM terdekat untuk mentransfer sejumlah uang yang telah kujanjikan tadi. Setelah kutransfer, kukirim sebuah sms untuk menyemangati nya "Udah ana transfer akh. Skrang tinggal usaha antm untk nyelesein tepat waktu. Smgt2!."
Beberapa hari berselang aku kembali menerima SMS dari adikku ini, "Mas, gak ngirim Rp.XXX lagi kan?"
Lalu kujawab, "Gak kok, cuma yang waktu itu aja? kenapa emang? rekening antum nambah? dari orang tua antum kali akh?"
Ia pun kembali menjawab "iya, nambah Rp.XXX. kemarin ortu cuma ngirim uang untuk sidang+bulanan. Atau duit dari radio ******* udah masuk ya? kemarin tu ikut acara di *******. yang dimuat di radio dapet Rp.XXX. nah selasa pekan lalu dihubungi untuk ngomong di radio. Mungkin...."
Sekejap diriku tertegun.. kaget, takjub, terkesima, kagum. betapa tidak, saat beliau membutuhkan sejumlah uang sebesar Rp.XXX Allah datang memberinya pertolongan sejumlah Rp.XXX, Tepat!!! tidak kurang tidak juga lebih satu peser pun!! Subhannallah... inikah yang disebut Rizky tak terduga? atau inikah pertolongan Allah yang disegerakan di Dunia ini khusus bagi orang orang yang Cinta padaNya??? Ikhwan yang satu ini memang kukenal tawadhu, jujur dan sangat baik perangainya.
Setelah menerima SMS tadi aku pun aku membalasnya...
" Subhannallah... emang Rizky antum itu akhi... jalan rizky Allah gak pernah terduga ya akh.. Subhannallah.. Barakallah akhi.."
bertambahlah ketakjubanku ketika membaca sms balasan darinya setelah itu....
"Iya, alhamdulillah. Mas lunasin utangnya Rp.YYY dulu ya? Soalnya kemaren udah nadzar, klo dapet Rp.XXX dari *******, Rp.ZZZ nya untuk ntumbang Palestina. Gak papa ya, no rek Mas?"
Dalam keadaan yang sedang membutuhkan uang, ketika itu Ia mendapatkan rizky dari Allah dari jalan yang tidak diduga duga. namun keadaannya yang seperti itu tidak membuatnya lupa pada saudaranya yang juga sedang menderita di belahan dunia yang berbeda... dan nilai yang ingin ia sumbangkan hampir setengah
dari nilai yang di butuhkannya...
Subhannallah...
Semoga Allah memudahkan jalanmu serta menguatkan langkahmu Ya Akhina...
Seperti biasa, beberapa hari sekali pasti diriku menelpon ibuku dirumah sekedar melepas kerinduan diri ini yang berada jauuh darinya.Di pengujung telepon, sesaat sebelum kuucapkan salam ia kemudian berpesan (sambil kembali bercerita) " jangan lupa tahajud!!, oiya kemarin mamah dapet cerita dari dokter PKS yang dari palestine, klo mau jadi mujahid di Palestina itu ada syaratnya lho!! (weits mam, aya naon ie teh, kok tiba tiba ngomong gini?) AlQur'an harus udah apal lho!! Trus harus udah S2, soalnya disana bomnya klo habis tuh harus ngerakit sendiri!! Trus shalat subuh harus jamaah di masjid terus, minimal 3 bulan!!!..." (event i knew all of those thinks, i just keep silent and give my attention to her). Kemudian beliau melanjutkan, "Dokter PKS tadi ditanya sama orang sana, "apakah anda sudah hafal semua isi alQur'an??", trus kata dokter nya "belum, saya baru hafal 20 juz". trus kata orang sananya, "kenapa belum hafal? disana kan damai damai saja? disini kami saja bisa kok menghafal AlQur'an, walau keadaannya seperti ini...", dokternya kemudian menunduk malu mendengarkan penuturan itu..." kata selanjutnya yang Ibuku ucapkan "Luar biasa perjuangan orang orang PKS di Palestina"....
Air mata tanpa terasa, menetes dari mataku...
air mata bahagia, karena Allah telah menjaga dan menuntun Ibuku untuk mengenal komunitas orang orang yang senantiasa bergerak atas dasar kecintaan mereka kepada Allah...
komunitas yang juga telah mengubah diriku menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya...
komunitas yang terus bergerak dan berbuat untuk umat...
walau akhir akhir ini fitnah terus dihujamkan kepada mereka, namun mereka tetap istiqamah dan terus bergerak!!! Nahnu Qoumun Amaliyun!!!
Mah, semoga keistiqamahan kita senantiasa terjaga…Doa, Hormat dan kasih sayangku untukmu selalu..
*tersisa sebuah tugas besar yang harus kupersembahkan untuknya di sisa waktuku yang entah berapa lama lagi… moga Allah memberiku kesempatan dan kekuatan untuk menunaikannya…
“Barangsiapa yang keadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka iaberuntung. Barangsiapa yang keadaannya hari ini sama dengan kemarin maka iamerugi. Barngsiapa yang hari ini keadaannya lebih buruk dari kemarin maka ia binasa”