Jumat, 09 September 2011

[Kultwit] Rumah Tangga @salimafillah

Untuk dirimu yang baru ingin menikah, sedang berproses, ataupun sudah menikah, berikut Kultwit nan Indah dari Ustadz Salim a Fillah tentang Rumah Tangga. InsyaAllah sangat bermanfaat :)
enjoy it!!!

1. Selalu ada waktu yang harus terluang untuk keluarga; yang tentang mereka Allah akan pertanyakan kepemimpinan & bimbingan kita. #RumTang
2. Seruan mula pada Sang Nabi; “Dan beri ingatlah keluargamu yang terdekat!” (QS 26: 214), maka hikmah & nasehat adalah hak mereka. #RumTang
3. Allah katakan “Jagalah dirimu & keluargamu dari api neraka!” (QS 66: 6), maka dihajatkan kebersamaan penuh makna & keteladanan. #RumTang
4. Anak & isteri adalah kesenangan hidup di dunia. Maka tugas kita adalah mengupayakan agar kelak berkumpul jua, bahagia di surga. #RumTang
5. Anak & isteri adalah titipanNya, maka kita harus menjaga, agar kelak saat dikembalikan, mereka sesuai keadaan awalnya: fithrah. #RumTang
6. Isteri & anak adalah karuniaNya. Sudahkah tertunjukkan rasa syukur atas kehadiran mereka; di lembutnya kata & syahdunya mesra? #RumTang
7. Isteri & anak: fitnah & ujian. Dalam membersamai & menyenangkan; bergulatlah hasrat dengan keterbatasan; lalu diujilah ketaatan. #RumTang
8. Bahagialah suami & ayah; yang memastikan tiap suapan ke mulut isteri-anak & segala yang dikenakan, halal-thayyib tak meragukan. #RumTang
9. Bahagialah suami & ayah; membimbing isteri & anak mengulang hafalan, tadabburi Quran, mengisah penuh cinta sirah Nabi & sahabat. #RumTang
10. Berbahagialah; suami & ayah yang khusyu’ menangis mendoakan keselamatan, keberkahan, serta kebaikan anak-isteri & keturunannya. #RumTang
11. Bahagialah suami & ayah; mengecup dengan doa perlindungan & cinta saat isteri-anaknya lelap tidur, jua saat berpamit bepergian. #RumTang
12. Berbahagialah suami & ayah; syukur & takjubi kemajuan isteri & anak dalam berkebaikan, lalu ada peluk, doa, & hadiah sederhana. #RumTang
13. Bahagialah suami & ayah yang jadi kebanggaan anak-isteri; tapi tak menumpulkan pengembangan diri mereka dalam hidup berbakti. #RumTang
14. Tanggungjawab suami & ayah demikian agung; seakan saat isteri dinikahi & anak dilahirkan, mereka bersabda: Bawa kami ke surga! #RumTang
15. Bahwa ada kisah Nuh dengan isteri & anak nan durhaka, itu penyadar bahwa suami & ayah tiada punya kuasa atas jiwa nan dicinta. #RumTang
16. Bahwa hidayah bukan hak ayah & suami, hattapun dia seorang Nabi. Yang kita pertanggungjawabkan ikhtiyar kita, bukan hasilnya. #RumTang
17. Tapi naiflah ayah & suami yang berlindung di balik nama agung Nuh & Luth, tanpa upaya meluangkan saat berharga untuk keluarga. #RumTang
18. Pun para isteri; agunglah mereka dalam juangnya untuk menjadi apa yang ditaujihkan Al Quran; Shalihat, Qanitat, Hafizhat. #RumTang
19. Bagi suami; mereka penggenap separuh agama, penjaga ketaatan, tempat berlari dari yang haram & keji menuju yang berkah & suci. #RumTang
20. Maka para isteri itu tahu; untuk siapa mereka berdandan & mempercantik diri; tersenyum & penuh pemuliaan menyambut kepulangan. #RumTang
21. Pada cium tangan takzim & mungkin airmata, bisik mereka mesra, "Suamiku; kami lebih sabar tuk lapar daripada 'adzab nan besar!" #RumTang

Shalih(in+at) & @udayusuf, maafkan, sepertinya #RumTang disambung esok, insyaaLlah. Salim harus merenungkan; banyak kata harus dikaryakan:)

-----
Bersambung.. :D
InysaAllah akan saya update ketika Ustadz Salim sudah melanjutkan Kultwitnya :)
bertebar kebaikan di twitter (tentu saja bertebar ketidakbaikan di lain sisi; tergantung siapa yang kita follow :D), maka buat yg gabung Twitter sangat di rekomendasikan gabung, dan follow orang2 baik :)
*follow me yah (tetep :D) @bungtupen

wassalamu'alaykum wr wb.

Rabu, 07 September 2011

Mari Menulis (lagi) :D

Rasanya sudah lebih dari satu tahun ndak pernah update blog sederhana ini. Rasanya keinginan menulis mulai muncul kembali saat mendengarkan tausyah Ustadz Salim a Fillah mengenai iming2 balasan yang menggiurkan dari tulisan yang ikhlas dan bermanfaat bagi orang lain. Bagiku ini hanya sebuah usahaku untuk menambah amalanku di hadapanNya kelak, semoga saja :)

Berikut potongan kalimat Ustadz Salim :
"Kita menulis bukan karena kita Tahu!
Kita menulis karena kemudian kita ini ingin menguji publikkan apa yang kita pahami, apakah ia tersesat atau lurus? apakah ia lempeng atau dia bengkok? apakah ia keliru atau benar? apakah kemudian dia rusak? apa dia tercemar atau bersih?
Kita menulis dengan semangat, inilah aku dengan sedikit yg kutahu. Maka jika kalian lebih tahu, jika kalian lebih mengerti, jika kalian memiliki pengetahuan yang lebih mendalam maka tolong tanggapi, tolong koreksi dan tolong berikan masukan.

Maka jika kita menulis berdoalah supaya tulisan kita Best Seller!!
Jika Best Seller mudah2an banyak yang beli
Jika banyak yg beli mudah2an banyak yg baca
Jika
banyak yg baca mudah2an banyak yang faham
Jika banyak yang faham mudah2an banyak yang mengamalkan
jika banyak yg mengamalkan maka kelak kita akan di buat terkejut dengan catatan amal kita yang catatan pahalanya berlimpah walau dosa kita banyak dan amalan kita sedikit, namun atas tulisan kita orang2 beramal dan terus seperti itu sehingga amal kebaikannya terus mengalir hingga hari akhir kelak"
[Ust. Salim a Fillah]