Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2009

Aku ingin MencintaiMu


Cintakah diriMu pada Allah???

Pernahkah pertanyaan itu tertuju pada kita? atau bahkan kita pertanyakan kepada diri kita sendiri? kalaupun pernah, InsyaAllah yakin 1000% (saking yakinnya) klo jawabannya pasti iya!! ya kan???

Tapi, mari coba kita jawab pertanyaan pertanyaan selanjutnya...

Apa yang kita lakukan saat panggilan indah dari-Nya memenaggil kita 5 kali dalam sehari??? dengan sigap segera memenuhinya? berleha leha dan menunda nunda memenuhi panggilanNya? atau bahkan menghiraukannya? naudzubillah!!!
Bukankah seorang penCinta akan sangat bahagia jika yang dicinta memanggilnya???

Bagaimana juga pelaksanaan shalat kita?? Sepenuh hatikah kita melaksanakannya karena kecintaan kita padaNya? sekedarpenggugur kewajiban? Terburu buru seakan gak betah lagi untuk shalat? atau bahkan hanya shalat 1 minggu sekali ( shalat jum'at saja), atau 2 kali dalam satu tahun (saat shalat ied saja), hanya saat banyak manusia yang melihatnya??? naudzubillah!!!
Bukankah Seorang pencinta akan sangat bahagia jika bisa berlama lama berinteraksi dengan yang dicinta, bukankah shalat adalah salah satu media kita mendekat padaNya?? bukankah moment terdekat antara Allah dan hambaNya saat sujud dalam shalatnya???

Seberapa dekat interaksi kita dengan Al-Qur'an? senangkah kita membacanya berulang ulang, setiap hari, rindu jika tidak membacanya barang satu hari saja? atau sebaliknya?!? jangankan membacanya, menaruhnya saja lupa dimana?!? Naudzubillah...
Bukankah seorang pencinta akan sangat bahagia membaca surat Cinta dari yang dicintanya?? membacanya berulang ulang? hingga hafal tiap katanya??!!??

Rindukah kita untuk menemuiNya dimalam malam kita.. berjuang untuk bangun dimalam yang dingin, penuh dengan rasa kantuk, disaat sebagian besar orang terlelap dalam tidurnyaa.. hanya untuk mendekat padaNya, mengadu padaNya, berkeluh kesah padaNya, meminta pertolonganNya, merintih di HadapanNya... berdua denganNya.. ya hanya kita dan Ia... atau sebaliknya sepanjang malam setiaphari sepenuh tahun, kita hanya tertidur pulas tanpa ingat padNya, tanpa mau bersyukur padaNya, tanpa mau mengadu padaNya saat kita dilanda masalah...??!!??
Bukankah seorang pecinta akan sangat bahagia jika bisa berdua duaan dengan yang dicinta? mencurahkan segala isi hatinya, berkeluh kesah pada yang dicinta, meminta pertolongan pada yang dicinta??!!??

Benarkah kita MencintaiNya?? Cinta yang tak hanya di bibir saja, namun juga tertanam di dasar hari dan tercermin dalam tindak tanduk sehari hari???

Pantaskah kita mendamba Cinta dan kasih sayangNya ketika Cinta kita padaNya saja belum tulus???

Astagfirullah….

============================================================================================
Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri, padahal diriku terlalu sering membuat Mu kecewa. Entah mungkin karena ku terlena, sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali

Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu, betapa tak ada apa apanya aku dihadapanMu…

Aku ingin mencintaiMu setulusnya sebenar benar aku cinta, dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku.

Aku ingin mendekatiMu selamanya sehina apapun diriku. Kuberharap untuk bertemu denganMu ya Rabbi.

Download -Edcoustic, Aku ingin MencintaiMu-

Selasa, 01 Januari 2008

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...

Ya, tampaknya kata itu lah yang pantas ku panjatkan pada-NYa

Di dini hari yang Sunyi ini aKu ingin sekali berterima kasih pada-Nya..

Ya Rabb, terima kasih atas semua yang Kau berikan pada ku...

Kedua mata ini yang bisa melihat dengan jelas, meski kadang ku pergunakan untuk melihat yang seharusnya tidak kulihat.

Kedua telinga ini yang bisa mendengar dengan jelas, meski terkadang masih sering ku mendengar kata-kata yang sia-sia.

Lidah dan Bibir ini yang bisa berucap dengan lantangnya, meski terkadang lisan ini kurang terjaga, dan masih melukai saudaraku sendiri.

Kedua tangan ini yang masih dengan perkasanya dapat menggenggam, meski terkadang masih sering kugunakan untuk perbuatan sia-sia.

Kedua kaki ini yang masih dengan tegarnya menopang seluruh tubuh ini, meski terkadang kugunakan untuk menuju tempat yang tidak bermanfaat bagiku.

Belum lagi nikmat-nikmat lainnya yang takan pernah habis untuk aku sebutkan satu persatu...

"Fabiayyi aalaaaa iRabbikumaatukadzibaan"

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?"

Ya Rabb, ampuni hamba-Mu ini yang masih sering melalaikan perintah-Mu

Bimbinglah diri ini menuju jalan-Mu ya Rabb

dan jangan biarkan diri ini jatuh ke lubang yang sama untuk kesekian kalinya

Hanya padaMu lah hamba berserah diri.

Digital Tecnique Labz, Mei 2006